Aku
senang banget akhirnya dia nembak aku,sejak 4 tahun yang lalu aku jatuh
cinta padanya,dan aku yakin dia pun memiliki rasa yang sama,hanya saja
rasa gengsi yang begitu tinggi membuat kami tak berani jujur tentang
perasaan kami masing-masing.
Namanya ardi,dia adalah kakak kelasku di SMA.pertama kali menginjakkan kaki di sekolahku ,dia adalah
orang pertama yang tak membuat mataku berkedip,aku terpesona pada
pandangan pertama.dan sepertinya dia pun merasakan hal yang sama
padaku,itu terlihat dari tatapannya.
Sejak itu semuanya
berubah,hari-hariku di sma terasa menyenangkan sebab dia seperti
motivator buatku,dia alasan kenapa aku betah di sekolah ini.hampir semua
kakak kelasku tau kalau ardi naksir sama aku,aku tak pernah ngobrol
sama dia,setiap kali ketemu kami pura-pura tak saling kenal,yah walau
pun tak jarang teman-temannya godain aku sama dia.
Yahhh..,bisa di bilang ini adalah kisah cinta yang aneh,sama-sama suka
tak ada yang berani ngaku,pura-pura cuek tapi diam-diam selalu mencuri
pandang.aku pernah memergoki dia,saat aku ngobrol sama temanku,aku
merasa ada yang memperhatikanku,lalu aku menengok ke atas,yah benar saja
dia ada di sana bersama temannya,saat dia sadar aku melihatnya dia
tiba-tiba buang muka,pura-pura melihat yang lain,aku hanya bisa
tersenyum melihat tingkahnya.ini yang membuat aku makin penasaran sama
dia.
***
Tak terasa sudah setahun aku di sekolah
ini,begitu banyak hal yang indah menurutku yang telah aku lewati,baik
itu bersama kedua sahabatku atau pun bersama ardi,uppsss…,bersama bukan
dalam artian kami sudah jadian,yah kami masih sama seperti dulu
diam-diam mengagumi.hingga suatu hari aku bertemu dengan seseorang,dia
seangkatanku.namanya deny,kami sering sih ketemu,tapi pertemuan kami
kali ini berbeda,dia suka sama aku.sudah seminggu dia PDKT sama
aku,hingga akhirnya dia nembak aku,ini membuat aku makin bimbang.
‘’gimana nih dhin…,kamu mau nerima cinta deny?’’pertanyaan sari sahabatku membuyarkan lamunanku.
‘’Gak tau nih,aku juga bingung,kalian tau sendirikan aku sukanya sama siapa,hufftt.helahku
‘’yah tapi kan sampai saat ini ardi belum nembak-nembak
kamu,apa kamu masih mau mengharapkan orang yang belum tentu serius sama
kamu’’ira pun ikut bicara
aKu perhatikan dari kejauhan cowo
yang duduk main gitar di depan kelasnya,ardi apa harus aku mengubur
perasaan ini??tanyaku dalam hati,yah aku tau dia tak mungkin
mendengarkannya.
Lalu mataku tertuju pada cowo yang sedang
main bola di lapangan.deny.., apa aku harus menerima cintanya,tapi aku
dekat dengannya baru seminggu,apa aku bisa suka sama dia??atau harus
pura-pura suka.pilihan yang sangat berat.
‘’dhina kamu ingat
kan perjanjian kita,di antara kita gak ada yang boleh pacaran jika
salah satu dari kita belum punya pacar,kamu ingat itu kan??’’
‘’iya aku ingat,lalu aku harus bagaimana??’’
‘’kamu terima cintanya deny,dia anaknya baik kok,yah walau pun
ardi jauh lebih tampan dari deny tapi setidaknya deny lebih berani
ngungkapin perasaannya ke kamu ketimbang ardi’’
‘’iya
dhin,lagi pula kamu tau sendiri kan kami berdua juga lagi dekat sama
siapa,kami gak mungkin meninggalkan kamu sendiri saat kami jalan dengan
pasangan kami.’’ujar ira
‘’baiklah,kalau itu yang kalian mau akan ku coba menjalaninya’’
Sekali lagi ku tatap ardi dari kejauhan,berat rasanya menghapus rasa ini untuknya,tapi demi sahabatku aku akan mencoba.
***
Sejak itu aku dan deny resmi jadian,sebenarnya deny orangnya
baik,romantis tapi aku benar-benar belum bisa mencintainya.
6
bulan aku jalan sama deny,semenjak kabar aku jadian sama deny sejak itu
aku tak melihat ardi ,hingga ia lulus.Terakhir kk kelasku datang padaku
dan dia bilang kalau ardi benar-benar cinta sama aku.aku juga sempat
dengar kabar dari adiknya kalau dia melanjutkan sekolah di perguruan
tinggi di kota lain,dia sengaja pergi agar bisa melupakanku.
Aku begitu terpukul mendengar berita ini,kalau memang ardi cinta sama
aku kenapa dia tidak pernah menyatakannya,kenapa dia harus menyakitin
perasaannya sendiri.
‘’kami minta maaf dhin,kami gak tau
kalau ternyata deny itu playboy.’’tiba-tiba sari dan ira datang
menghampiriku duduk di samping musholah.
‘’ku usap air mataku,ini bukan salah kalian kok’’ucapku berusaha tersenyum.
‘’kamu nangis yah dhin,mata kamu kok berkaca-kaca gitu..,maafin kami yahh.’’mereka berdua langsung memelukku.
‘’Bukan karena deny aku menangis tapi karena ardi,aku merindukannya.’’ujarku dalam hati.
‘’enggak kok,aku gak kenapa-kenapa,kalian gak usah merasa
bersalah,aku gak peduli deny mau seperti apa,toh dari awal aku memang
gak pernah mempunyai sedikitpun rasa padanya.’’ku rangkul mereka berdua.
‘’kita tetap sahabat kan’’tanya sari dan ira
aku mengangguk tersenyum pada mereka.
***
Tak terasa sudah setahun aku menjalani hari-hariku di kelas 3
SMA,tiba saatnya kami mempersiapkan diri menghadapi Ujian Akhir
Sekolah(UAS) sebelum melaksanakan Ujian Akhir Nasional(UAN).aku,sari
,ira benar-benar fokus belajar,hampir tiap hari kami belajar bersama.
Hingga saat UAN kami tak menemukan masalah apa pun,semuanya
berjalan lancar hingga kami di nyatakan LULUS 100%.saat pengumuman
tiba,kami semua berkumpul di sekolah merayakan kemenangan kami,dan saat
itu aku melihat ardi..,tepat di depan sekolah.ku lihat dia tersenyum
padaku..,ku balas senyumannya.
‘’ira..,sari ayo ikut aku’’ku tarik mereka ke depan pintu gerbang.
Aku melirik kiri,kanan.gak ada siapa-siapa..,
‘’tadi perasaan aku lihat dia di sini’’ucapku
‘’lihat siapa??’’tanya sari
‘’ardi..,tadi aku lihat dia berdiri di sini’’ucapku
‘’kamu salah lihat kali,dia kan udah pindah di kota lain’’
Hmm..,ira benar dia gak mungkin di sini,mungkin aku yang salah lihat.ku berbalik dengan rasa kecewa.
‘’hei..,kak dhina selamat yah atas kelulusannya’’tiba-tiba adik ardi mengagetkanku
‘’ehh..,iya makasih ’’mudah-mudahan kamu juga LULUs nantinya.’’
‘’Aminn’’sambil mengangkat kedua tangannya.
‘’oh yah..,apa ardi tadi ke sini’’tanyaku dengan rasa penasaran
‘’Gak tau,aku juga gak pernah lihat dia,tadi sih dia emang
bilang mau ke sini,tapi sampai sekarang saya belum lihat dia.ucapnya.
‘’kami bertiga diam mematung.
‘’aku masuk duluan yah kak,daa..,lalu berlalu meninggalkan kami bertiga.
‘’jadi benar dia tadi ada di sini,tapi kok dia gak masuk sih??tanya ira dengan muka yg berkerut heran.
‘’yah udah yuk,kita msuk kedalam,sari menarik kami bersamaan.
***
Malam ini untuk pertama kalinya aku dan ardi bertemu sejak 2
tahun yang lalu,selama 2 tahun aku mengenalnya,selama 2 tahun juga aku
tak pernah bertemu dengannya,dan hari ini saat kami bertemu kami telah
menjadi sepasang kekasih.dia nembak aku lewat surat,malam ini dia
mengajak aku diner.
Aku memakai gaun merah muda,dan dia memakai jas hitam,tampan sekali.
Kami duduk di tepi danau,di sana sudah tersedia meja dan kursi tempat kami akan diner.
‘’kamu udah lama nunggu yah??’’tanyaku
Ku lihat dia tak berkedip menatapku
‘’heyy..,’’ku lampaikan tangan di hadapannya,berusaha menyadarkannya
‘’ehh..,maaf-maaf,aku pangling lihat kamu,malam ini kamu cantik banget’’ujarnya senyum-senyum
‘’ahh..,kamu bisa aja,’’selaku dengan muka yang mungkin sudah memerah,
‘’kamu juga sangat tampan’’ucapku malu-malu
‘’hmmm…,silakan duduk,’’sambil menarik kursi mempersilahkanku.
Tuhan..,semoga ini bukan mimpi.ujarku dalam hati.
Ku lihat di tepi danau lilin-lilin yang berbentuk hati di taburi bunga-bunga.
‘’semua ini kamu yang membuatnya..,’’tanyaku kagum
‘’yah..,semua ini untuk kamu’’sekali lagi dia tersenyum..,
Malam ini adalah malam yang takkan terlupakan buatku,aku pun ikut tersenyum.
***
Malam ini aku tidak bisa tidur,aku masih memikirkan kejadian tadi,benar-benar romantis.
Aku gak nyangka akhirnya aku dan ardi bisa bersatu juga,kali
ini aku ingin memulai hubunganku dengan serius,aku ingin menjalaninya
dengan restu kedua orang tuaku.yah aku tak ingin backstreet lagi.aku
berfikir jika ingin hubungan berjalan baik,harus di mulai dengan cara
yang baik.maka aku putuskan untuk membicarakan ini kepada mama,yah besok
aku harus bicara sama mama.
***
‘’sejak kapan kamu suka sama dia’’tanya mama dengan wajah yg begitu serius.
‘’udah lama maa,tapi baru kemarin kami resmi jadian.’’jawabku
‘’jadian??maksud kamu pacaran?tanya mama dengan nada yang mulai meninggi.
‘’mama gak setuju??’’tanyaku
‘’hmmmm..,’’mama menghela nafas,lalu duduk di dekatku.
‘’mama bukannya gak suka,suara mama mulai merendah.mama kenal
ardi,selama ini mama tau dia anak yang baik,tapi…,kamu tau kan orang
tuanya seperti apa??
‘’yah aku tau maa.,,kita ini bukan
orang kaya seperti mereka tapi apa karena hanya status sosial
kami,lantas kami tak pantas untuk bersatu.’’aku mulai meneteskan air
mata.
‘’dhina dengarin mama yah,kita memang gak punya
harta,tapi kita punya harga diri,mama cuman gak mau besok-besok kalian
putus lalu mama dengar yang tidak-tidak dari tetangga,kamu taukan
mamanya ardi itu seperti apa’’mama menatapku.
Aku berdiri,berlari ke kamar’’mama Jahaatt..’’teriakku.
‘’mama cuman gak mau kamu di sakiti’’ucap mama tertunduk.
***
Masa sih aku harus memutuskan hubunganku dengan ardi,dia kan
cinta pertamaku.baru aja kemarin jadian masa harus berakhir
.hikss..,hikss..,
Sehari semalam aku mengurung diri di
kamar,aku berusaha mengambil keputusan.menimbah-nimba baik
buruknya.walau sangat berat tapi keputusan ini harus aku ambil,aku tau
resikonya.
‘’besok habis sholat subuh aku tunggu kamu di Gang sebelah yah,aku ingin bicara’’send to ardi.
***
‘’Ada apa??kenapa kamu mengajakku ketemuan di tempat ini??jam segini lagi?tanyanya.
Aku diam,aku bingung harus mulai dari mana.
‘’hallo..,kamu kenapa??kok cuman diam.
‘’aku mau kita putus’’akhirnya kata-kata itu keluar.
Dia Nampak kaget,menatapku seolah ia tak yakin dengan ucapanku.
‘’aku ingin hubungan ini berakhir sampai di sini’’ucapku meyakinkannya.
Seketika wajahnya berubah sedih,ku lihat matanya
berkaca-kaca’’baiklah kalau itu maumu’’lalu ia berlalu meningggalkanku.
Dadaku terasa sakit melihat ini,aku kecewa,kenapa ia tak menanyakan alasanku memutuskannya?
Kenapa dia lebih memilih pergi,tanpa berusaha mempertahankan hubungan ini,kenapa???jerit batinku.
Jika saja kau bisa meyakinkanku,mungkin aku akan bertahan.
***
Pagi ini aku menemukan sepucuk surat dari Ardi
For dhina
Setelah baca surat ini,mungkin kita tak kan bertemu lagi.
Sejak awal pertemuan kita,sejak itu aku mulai memiliki perasaan
ini,aku memang tak berani mengungkapkannya,aku takut kau akan
menolakku,untuk itu aku lebih memilih memendam perasaan ini,sampai
akhirnya aku melihatmu bersama orang lain.hatiku sakit..,tapi aku tak
bisa menyalahkanmu itu hak kamu memilih.maka ku putuskan untuk pergi
dari hidupmu,dengan harapan aku bisa melupakanmu dan menghapus perasaan
ini,tapi nyatanya perasaan ini semakin besar.ku coba mencari
penggantimu,tapi tak ku temukan.
Untuk itu aku memilih
kembali ke sini,ku beranika diri menembakmu,walau aku tak yakin kau akan
menerimaku,walau hanya lewat surat tapi aku bahagia kau menerimaku dan
mau diner bersamaku untuk pertama kalinya,malam itu adalah malam yang
paling terindah bagiku,bisa duduk berdua bersama gadis yang sangat aku
cintai,aku berharap ini bukan mimpi.
Namun impian itu hancur
seketika,saat kau memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini.aku
kecewa,sakit hati tapi aku tak bisa berbuat apa-apa,aku ingin meminta
penjelasan,tapi aku yakin kau punya alasan tersendiri.
Aku tahu kau mencintaiku,mungkin kau hanya tak yakin dengan keseriusanku.
Tapi percayalah..,aku mencintaimu dengan Tulus dan aku
benar-benar ingin menjadikanmu gadis pertama dan terakhir dalam hidupku.
Walau pada akhirnya aku memang tak pantas memilikimu.
Tapi aku bahagia telah mencintaimu.
semoga kelak kau pun akan bahagia dan menemukan orang yang benar-benar tepat buatmu.
Selama tinggal Dhina….,,
***
‘’tak bisa ku bendung air mata ini’’sakit banget.Aku tak menyangka ardi begitu mencintaiku,tapi aku malah menyakitinya.
Andai saja kamu tahu ardi,aku tak ingin hubungan kita
berakhir,tapi aku tak mungkin menyakiti hati mamaku,dengan tetap
mempertahankan hubungan kita.kau terluka,begitu juga denganku.