Rabu, 13 Januari 2016

Tentangmu…..

                                                                    


Sejak dulu aku sudah sering memperhatikanmu..,
di mulai saat pertamakali MOS di ruang Lab
waktu itu aku duduk tepat di sampingmu
bukan tapi 10 kursi darimu
walau agak jauh tapi aku bisa dengan jelas melihatmu
entah karna cuman kamu yang memakai topi di dalam ruangan
Atau karena memang mata ini sudah jelih melihatmu


Itu sudah lama berlalu
walau hanya 3 Tahun tapi begitu banyak kenangan yang aku ingat tentangmu
Yah..,walau kita tak pernah secara langsung bersama tapi nyatanya kita selalu bersama
saat di dalam kelas,di kantin,saat berangkat dan pulang kita selalu bersama
walau tak sengaja,walau kau tak menyadarinya
tapi itulah yang selalu terekam di dalam memoryku
sehingga aku menyimpannya sebagai kenangan…,

Hingga saat ini aku masih ingat betul
caramu berpakaian,berjalan,tersenyum,memandang…,
bahkan suaramu masih sering terdengar di telingaku,
walau kita tak pernah berbicara langsung.

Aneh yah..,
kenapa aku bisa memperhatikanmu seperti itu
mengagumimu sampai detik ini..
Terakhir aku masih ingat wajahmu saat baru bangun
rambut berantakan & wajah yang kusut
tapi bagiku wajahmu saat itu yang paling ganteng
bahkan aku sangat suka mengingat wajah itu..,

Beberapa hari yang lalu aku sudah pernah mengatakan
aku menyerah..,
aku akan melepasmu..,
melupakan semua tentangmu
tapi nyatanya hari ini aku kembali mengingatmu
tapi tenang aku cuman ingin mengingatmu saja
bukan kembali masuk di kehidupanmu
Karena aku tahu
saat ini kamu telah menemukan orang yang tepat buatmu
bahagialah………

                                                                                                                               Kamis,14 Januari 2016

Kamis, 02 Januari 2014

Maafkan Aku Ibu

Ibu
Maafkan anakmu
hari ini kami membuat satu kesalahan lagi..,
kesalahan yang mungkin membuat hatimu terluka

Ibu..,
Senyummu mungkin bisa menyembunyikan kekecewaanmu
tapi matamu,tak bisa menutupi itu semua
ku tau kau berusaha menahan air mata itu agar tak jatuh..,,

Maafkan kami Ibu
kami selalu mengecewakanmu..,
membuatmu sedih dengan setiap kata-kata yang kami lontarkan
tak sedikit pun kebanggaan yang kami berikan untukmu..,,,
Namun kau tak pernah menunjukkan kekecewaan itu pada kami

Tak ada yang bisa menggatikanmu,Ibu
Di setiap Doa selalu kau lontarkan nama kami
Semua yang terbaik kau tujukan untuk kami
menjadi anak yang sholeh,sukses dan Bahagia Dunia Akhirat

Ibu..,
aku tak pernah menyesal terlahir di rahimmu
krn kaulah sosok ibu terhebat yang ku punya
kau mampu menjadi ibu sekaligus ayah buat kami
membiayai hidup kami,lalu apa balasan kami

Ibu
sekali lagi maafkan kami..,


Selamat jalan Ayah

Pagi itu udara sangat dingin,langit pun mulai gelap.nampaknya hujan akan turun.ku tarik kembali selimut kesayanganku,menutupi tubuh yang rasanya sudah akan membeku.
‘’chika bangun’’terdengar suara mama membangunkanku.
‘’Lima menit lagi yah maa..,’’gumah ku sambil mulai memejamkan mata.
‘’chika…,cepatan bangun,bantu mama’’kembali teriakan mama terdengar.
dengan malasnya ku buka selimutku ,kaki terasa berat meninggalkan tempat ini,tapi kasihan mama pasti sudah sangat kerepotan,mumpum hari ini libur aku harus membantunya.ku usap mataku,sambil berjalan ke kamar mandi.saat turun dari kamar,ku lewatin kamar papa,ku tengong kedalam karena pintunya sedikit terbuka,sekilas aku melihatnya mengigil..,
‘’papa kenapa??’’kok mengigil begitu?’’tanyaku dengan rasa khawatir.
‘’iya nak,tolong selimutin papa yah’’
Ku ambil selimut di lemari besar,ku selimuti sekujur tubuh papa,sambil memijitnya,ku harap itu sedikit menghangatkannya.
‘’papa tunggu sebentar yah,aku cuci muka dulu,nanti ku ambilkan minyak angin’’ujarku sambil berlalu meninggalkannya.
Setelah kembali ke kamar mandi,aku masuk ke kamar papa,ku lihat tubuhnya masih gemetar menahan rasa dingin,baru kali ini aku melihat papa sedingin ini,cuaca di luar memang sangat dingin tapi aku tidak merasa sedingin papa.ku duduk di samping tempat tidur,ku usapkan minyak angin itu ke kakinya,telapak kakinya dingin sekali,aku merasa khawatir sama papa.
‘’makasih nak,maafin papa yahh suudah merepotkannmu’’.ucap papa dengan suara yang gemetar,menahan dingin.
‘’iya pa..,inikan emang kewajiban ku merawat papa,gak ngeropotin kok,tenang aja’’hiburku.
Ku lihat papa memejamkan mata,menahan air matanya agar tak terlihat olehku.ini pertama kalinya aku melihat papa meneteskan air mata,tanpa sadar air mataku pun ikut jatuh.lekas ku usap mataku,berharap papa tak melihatnya.
‘’bagaimana pa..,masih dingin??’’tanyaku
‘’masih tapi sudah tidak sedingin tadi..,’’suaranya begitu pelan
Yah udah kalau begitu saya usapin ke punggung papa juga biar lebih hangat,ucapku.
***
‘’Chika tolong ambilin mangkok di dalam’’terdengar suara mama memanggilku.
‘’iya ma..,tunggu sebentar’’ucapku sambil berlalu keluar kamar,tiba-tiba mama muncul.
‘’papa kamu kenapa??’’mama baru sadar melihat papa yang memakai selimut setebal itu.
‘’papa kedinginan,gak tau tadi pas chika bangun tiba-tiba udah begini,papa minta di selimutin’’ujarku lalu aku pergi ninggalin mama ke belakang mengambil mangkok yang di suruh mama.
‘’papa sudah mau makan,mama suapin yah??’’tanya mama
papa hanya menggeleng-geleng,menandakan ia tak mau.
Papa sejak tadi belum makan apa-apa,udah siang loh,entar lagi waktunya minum obat.
Mama berusaha membujuk papa,tapi papa tetap tidak mau makan.
Dengan rasa kecewa mama keluar ninggalin papa,dan kembali melanjutkan masakannya.
Aku kembali masuk ke kamar papa,ku coba membujuknya untuk makan
‘’pa.., makan dulu yah?udah jam segini papa belum makan apa-apa loh’’bujukku
‘’sekarang jam berapa??’’tanya papa
‘’udah jam 11 pa..,kenapa?’’tanyaku balik
‘’papa belum mandi,mau mandi tapi dingin’’ucapnya
‘’gak usah mandi pa,ganti baju aja’’
Lalu ku ambilkan baju biru kesayangannya,ini papa ganti dulu.ku tinggal papa di kamar dan kembali menemui mama.

‘’Gimana keadaan papamu?masih menggigil’’tanya mama dengan wajah khawatir.
‘’iya maa..,tumben papa sedingin ini,kemarin-kemarin gak pernah gitukan??
‘’iya mama juga heran,mudah-mudahan papa mu baik-baik saja’’sambil mengusap matanya.
Ku lihat mama menangis,tapi dia berusahaa tidak menunjukkannya padaku.
ku pergi meninggalkan mama,kembali ke kamarku.
Di dalam kamar aku bertanya-tanya,ada apa ini?kenapa mama dan papa menangis?kenapa dengan papa,papa akan baik-baik aja kan?aku tau saat ini papa memang sakit,sudah 2 bulan papa tinggal di rumah,sejak papa di nyatakan mengidap penyakit lever,sejak itu mama melarang papa kerja,mama ingin papa di rumah untuk di rawat,karena papa tak ingin nginap di RS.
Selama 2 bulan papa melakukan perawatan,berobat ke sana kemari,mulai dari yang medis sampai non medis sudah papa tempuh,hasilnya nihil.semakin hari semakin kurus saja ku lihat papaku ini,saat ku pegang pergelangan tangannya,hanya ada tulang dan kulit.ingin ku menjerit melihat semua ini,aku tak sanggup menghadapi kemungkinan yang kan terjadi.

‘’chika tolong bantu mama’’terdengar teriakan mama
ku selah air mataku,sambil berlari ke kamar papa.
ku lihat mama berusaha memopah tubuh papa,adikku pun ikut membantu.
ku coba memengang pergelangan tangan papa,membantunya berdiri tapi tenaga kami tidak mampu mengangkat tubuh papa,sepertinya papa benar-benar tidak bisa menggerakkan badannya.
Ku coba minta tolong pada pamanku,kebetulan rumahnya bersebelahan dengan rumahku.
Ku lihat mata mama memerah,kali ini ia tak bisa menyembunyikan kesedihannya.pamanku membantu papa ke kamar mandi,lalu kembali membawanya ke kamar.
‘’mama mulai panik,ia pun menghubungi beberapa sanak keluarga.
Ku duduk di samping papa,ku ajak berbicara.namun hanya gelegan dan anggukan.sepertinya papa sangat sulit berbicara.

‘’pa..,ini minum dulu,biar tenggorokannya gak kering’’ku tuangkan air itu di sendok,sedit-demi sedikit ku sendokkan ke mulut papa,sangat sulit rasanya papa menelan air itu.
‘’papa baik-baik aja kan??bagaimana perasaan papa??tanyaku panik
‘’dia tak menjawab,matanya terpejam’’
Sekali lagi ku Tanya papa,ia tak menjawab..,
‘’paa..,paa kenapa?tanyaku lagi
‘’ku lihat papa membuka mata,menjawabku dengan suara yg tak begitu jelas’’
Tapi aku bisa membaca dari isyarat gerakan tangannya.
‘’nak jangan Tanya-tanya papa dulu,tenggorokan papa sakit’’
Ku berlari ke kamar mandi,tidak sanggup aku membendung air mata ini,ku tumpahkan semua tangisanku,ku nyalakan kerang air agar tak ada yang mendengar .
Tuhan..,ku mohon sembuhkan papa,aku tak sanggup melihat papa seperti ini,kuatkan aku.ku sela air mataku,kembali ku temui papa.
***
Sudah 2 hari papa tak sadarkan diri,malam itu suasana di rumah mulai rame,sahabat dan kerabat mulai berdatangan ikut mendoakan kesembuhan papa.aku tak pernah jauh dari papa,adik2 ku pun ikut menemani,mereka semua membacakan yasin di dekat papa.sesekali aku berlari ke kamar mandi,aku tak sanggup menyaksikan ini semua.
Jam 12 lewat 10 menit,suasana semakin hening,beberapa keluarga sudah ada yang kembali ke rumah masing-masing,beberapa juga masih di rumah.semua berkumpul di dekat papa,inilah detik-detik maut menjemput,ku lihat pamanku mulai mewudhui papa,lalu menuntunnya.suasana semakin hening…,
‘’Innalillahi wa innailahi rojiun’’terdengar suara pamanku.
Ku sandarkan kepalaku di pundak mama,aku tak bisa memendung kesedihanku,ku lihat mama pun begitu,namun ia tampak lebih kuat dari aku,mama memelukku berusaha menenangkanku,ku lihat adikku menangis di bawah kaki papaku.
***
Minggu,3 Juli 2011
Semua orang berdatangan,keluarga,sahabat tetangga.
ku pandangi sosok tubuh yang terbaring tak bernyawa ,sosok ayah yang telah menemani hidupku kini berbaring di hadapanku,ku peluk sekali lagi,ku kecup dahinya,sebelum ia di mandikan.tak sanggup aku menyaksikan ini,air mataku tumpah tak terbendung lagi.
Badanku terasa lemas,tapi aku tetap nekat ingin mengantarkan papa ketempat peristirahatan terakhirnya.
Saat tiba di pemakaman,ku lihat seorang gadis menangis histeris,berusaha menahan jenazah yg akan di masukkan ke liang lahat.kebetulan makamnya bersebelahan dengan makan papa.
‘’aku tau kesedihan yang kami rasakan sama,kehilangan orang yang kita cinta.tapi aku yakin dengan nangis sehisteris itu tidak bisa mengembalikan mereka malah hanya menghambat kepergiannya.aku hanya bisa menangis,mengeluarkan air mata tanpa suara.
‘’Selamat jalan Ayah,doa ku mengiringi kepergianmu..,Terima kasih atas cinta yang kau beri selama 20 tahun ini,walau ini sangat berat tapi aku akan berusaha untuk mengikhlaskan kepergianmu.maafkan aku ayah jika selama hidup ayah,aku selalu menyusahkan ayah,aku belum bisa membahagiakan ayah seperti anak-anak lainnya.Tapi aku janji ayah,suatu saat nanti aku akan membuat ayah bangga padaku,akan selalu ku ingat pesan ayah,untuk selalu menjadi orang yang sabar.’’
Kaki ku semakin lemas,tak mampu menahan tubuhku,aku pun terjatuh tak sadarkan diri.

Selasa, 03 Desember 2013

Rinduku ayah


Tuhan..,
aku merindunya
Sosok ayah yang telah tiada
Yang kini telah bersama-Mu
Tuhan..,
Sampaikan maafku padanya
Jika selama ini aku hanya menjadi beban
Jika selama ini aku belum bisa membahagiakannya
Membuatnya bangga padaku..,

Tuhan..,
Jika saja aku bisa membagi sisa hidupku
Aku rela memberi setengahnya untuk ayah
Karena hidup lama tanpa beliau rasanya hidup tak berarti lagi

Tuhan..,
Apa salah jika saat ini aku begitu merindunya
Jika saat ini aku benar-benar ingin memeluknya
Ayah..,aku tak sanggup lagi

Sabtu, 12 Januari 2013

Cinta tanpa Restu

Aku senang banget akhirnya dia nembak aku,sejak 4 tahun yang lalu aku jatuh cinta padanya,dan aku yakin dia pun memiliki rasa yang sama,hanya saja rasa gengsi yang begitu tinggi membuat kami tak berani jujur tentang perasaan kami masing-masing.
Namanya ardi,dia adalah kakak kelasku di SMA.pertama kali menginjakkan kaki di sekolahku ,dia adalah orang pertama yang tak membuat mataku berkedip,aku terpesona pada pandangan pertama.dan sepertinya dia pun merasakan hal yang sama padaku,itu terlihat dari tatapannya.
Sejak itu semuanya berubah,hari-hariku di sma terasa menyenangkan sebab dia seperti motivator buatku,dia alasan kenapa aku betah di sekolah ini.hampir semua kakak kelasku tau kalau ardi naksir sama aku,aku tak pernah ngobrol sama dia,setiap kali ketemu kami pura-pura tak saling kenal,yah walau pun tak jarang teman-temannya godain aku sama dia.
Yahhh..,bisa di bilang ini adalah kisah cinta yang aneh,sama-sama suka tak ada yang berani ngaku,pura-pura cuek tapi diam-diam selalu mencuri pandang.aku pernah memergoki dia,saat aku ngobrol sama temanku,aku merasa ada yang memperhatikanku,lalu aku menengok ke atas,yah benar saja dia ada di sana bersama temannya,saat dia sadar aku melihatnya dia tiba-tiba buang muka,pura-pura melihat yang lain,aku hanya bisa tersenyum melihat tingkahnya.ini yang membuat aku makin penasaran sama dia.
***
Tak terasa sudah setahun aku di sekolah ini,begitu banyak hal yang indah menurutku yang telah aku lewati,baik itu bersama kedua sahabatku atau pun bersama ardi,uppsss…,bersama bukan dalam artian kami sudah jadian,yah kami masih sama seperti dulu diam-diam mengagumi.hingga suatu hari aku bertemu dengan seseorang,dia seangkatanku.namanya deny,kami sering sih ketemu,tapi pertemuan kami kali ini berbeda,dia suka sama aku.sudah seminggu dia PDKT sama aku,hingga akhirnya dia nembak aku,ini membuat aku makin bimbang.
‘’gimana nih dhin…,kamu mau nerima cinta deny?’’pertanyaan sari sahabatku membuyarkan lamunanku.
‘’Gak tau nih,aku juga bingung,kalian tau sendirikan aku sukanya sama siapa,hufftt.helahku
‘’yah tapi kan sampai saat ini ardi belum nembak-nembak kamu,apa kamu masih mau mengharapkan orang yang belum tentu serius sama kamu’’ira pun ikut bicara
aKu perhatikan dari kejauhan cowo yang duduk main gitar di depan kelasnya,ardi apa harus aku mengubur perasaan ini??tanyaku dalam hati,yah aku tau dia tak mungkin mendengarkannya.
Lalu mataku tertuju pada cowo yang sedang main bola di lapangan.deny.., apa aku harus menerima cintanya,tapi aku dekat dengannya baru seminggu,apa aku bisa suka sama dia??atau harus pura-pura suka.pilihan yang sangat berat.
‘’dhina kamu ingat kan perjanjian kita,di antara kita gak ada yang boleh pacaran jika salah satu dari kita belum punya pacar,kamu ingat itu kan??’’
‘’iya aku ingat,lalu aku harus bagaimana??’’
‘’kamu terima cintanya deny,dia anaknya baik kok,yah walau pun ardi jauh lebih tampan dari deny tapi setidaknya deny lebih berani ngungkapin perasaannya ke kamu ketimbang ardi’’
‘’iya dhin,lagi pula kamu tau sendiri kan kami berdua juga lagi dekat sama siapa,kami gak mungkin meninggalkan kamu sendiri saat kami jalan dengan pasangan kami.’’ujar ira
‘’baiklah,kalau itu yang kalian mau akan ku coba menjalaninya’’
Sekali lagi ku tatap ardi dari kejauhan,berat rasanya menghapus rasa ini untuknya,tapi demi sahabatku aku akan mencoba.
***
Sejak itu aku dan deny resmi jadian,sebenarnya deny orangnya baik,romantis tapi aku benar-benar belum bisa mencintainya.
6 bulan aku jalan sama deny,semenjak kabar aku jadian sama deny sejak itu aku tak melihat ardi ,hingga ia lulus.Terakhir kk kelasku datang padaku dan dia bilang kalau ardi benar-benar cinta sama aku.aku juga sempat dengar kabar dari adiknya kalau dia melanjutkan sekolah di perguruan tinggi di kota lain,dia sengaja pergi agar bisa melupakanku.
Aku begitu terpukul mendengar berita ini,kalau memang ardi cinta sama aku kenapa dia tidak pernah menyatakannya,kenapa dia harus menyakitin perasaannya sendiri.
‘’kami minta maaf dhin,kami gak tau kalau ternyata deny itu playboy.’’tiba-tiba sari dan ira datang menghampiriku duduk di samping musholah.
‘’ku usap air mataku,ini bukan salah kalian kok’’ucapku berusaha tersenyum.
‘’kamu nangis yah dhin,mata kamu kok berkaca-kaca gitu..,maafin kami yahh.’’mereka berdua langsung memelukku.
‘’Bukan karena deny aku menangis tapi karena ardi,aku merindukannya.’’ujarku dalam hati.
‘’enggak kok,aku gak kenapa-kenapa,kalian gak usah merasa bersalah,aku gak peduli deny mau seperti apa,toh dari awal aku memang gak pernah mempunyai sedikitpun rasa padanya.’’ku rangkul mereka berdua.
‘’kita tetap sahabat kan’’tanya sari dan ira
aku mengangguk tersenyum pada mereka.
***
Tak terasa sudah setahun aku menjalani hari-hariku di kelas 3 SMA,tiba saatnya kami mempersiapkan diri menghadapi Ujian Akhir Sekolah(UAS) sebelum melaksanakan Ujian Akhir Nasional(UAN).aku,sari ,ira benar-benar fokus belajar,hampir tiap hari kami belajar bersama.
Hingga saat UAN kami tak menemukan masalah apa pun,semuanya berjalan lancar hingga kami di nyatakan LULUS 100%.saat pengumuman tiba,kami semua berkumpul di sekolah merayakan kemenangan kami,dan saat itu aku melihat ardi..,tepat di depan sekolah.ku lihat dia tersenyum padaku..,ku balas senyumannya.
‘’ira..,sari ayo ikut aku’’ku tarik mereka ke depan pintu gerbang.
Aku melirik kiri,kanan.gak ada siapa-siapa..,
‘’tadi perasaan aku lihat dia di sini’’ucapku
‘’lihat siapa??’’tanya sari
‘’ardi..,tadi aku lihat dia berdiri di sini’’ucapku
‘’kamu salah lihat kali,dia kan udah pindah di kota lain’’
Hmm..,ira benar dia gak mungkin di sini,mungkin aku yang salah lihat.ku berbalik dengan rasa kecewa.
‘’hei..,kak dhina selamat yah atas kelulusannya’’tiba-tiba adik ardi mengagetkanku
‘’ehh..,iya makasih ’’mudah-mudahan kamu juga LULUs nantinya.’’
‘’Aminn’’sambil mengangkat kedua tangannya.
‘’oh yah..,apa ardi tadi ke sini’’tanyaku dengan rasa penasaran
‘’Gak tau,aku juga gak pernah lihat dia,tadi sih dia emang bilang mau ke sini,tapi sampai sekarang saya belum lihat dia.ucapnya. ‘’kami bertiga diam mematung.
‘’aku masuk duluan yah kak,daa..,lalu berlalu meninggalkan kami bertiga.
‘’jadi benar dia tadi ada di sini,tapi kok dia gak masuk sih??tanya ira dengan muka yg berkerut heran.
‘’yah udah yuk,kita msuk kedalam,sari menarik kami bersamaan.
***

Malam ini untuk pertama kalinya aku dan ardi bertemu sejak 2 tahun yang lalu,selama 2 tahun aku mengenalnya,selama 2 tahun juga aku tak pernah bertemu dengannya,dan hari ini saat kami bertemu kami telah menjadi sepasang kekasih.dia nembak aku lewat surat,malam ini dia mengajak aku diner.

Aku memakai gaun merah muda,dan dia memakai jas hitam,tampan sekali.
Kami duduk di tepi danau,di sana sudah tersedia meja dan kursi tempat kami akan diner.
‘’kamu udah lama nunggu yah??’’tanyaku
Ku lihat dia tak berkedip menatapku
‘’heyy..,’’ku lampaikan tangan di hadapannya,berusaha menyadarkannya
‘’ehh..,maaf-maaf,aku pangling lihat kamu,malam ini kamu cantik banget’’ujarnya senyum-senyum
‘’ahh..,kamu bisa aja,’’selaku dengan muka yang mungkin sudah memerah,
‘’kamu juga sangat tampan’’ucapku malu-malu
‘’hmmm…,silakan duduk,’’sambil menarik kursi mempersilahkanku.
Tuhan..,semoga ini bukan mimpi.ujarku dalam hati.
Ku lihat di tepi danau lilin-lilin yang berbentuk hati di taburi bunga-bunga.
‘’semua ini kamu yang membuatnya..,’’tanyaku kagum
‘’yah..,semua ini untuk kamu’’sekali lagi dia tersenyum..,
Malam ini adalah malam yang takkan terlupakan buatku,aku pun ikut tersenyum.
***
Malam ini aku tidak bisa tidur,aku masih memikirkan kejadian tadi,benar-benar romantis.
Aku gak nyangka akhirnya aku dan ardi bisa bersatu juga,kali ini aku ingin memulai hubunganku dengan serius,aku ingin menjalaninya dengan restu kedua orang tuaku.yah aku tak ingin backstreet lagi.aku berfikir jika ingin hubungan berjalan baik,harus di mulai dengan cara yang baik.maka aku putuskan untuk membicarakan ini kepada mama,yah besok aku harus bicara sama mama.
***
‘’sejak kapan kamu suka sama dia’’tanya mama dengan wajah yg begitu serius.
‘’udah lama maa,tapi baru kemarin kami resmi jadian.’’jawabku
‘’jadian??maksud kamu pacaran?tanya mama dengan nada yang mulai meninggi.
‘’mama gak setuju??’’tanyaku
‘’hmmmm..,’’mama menghela nafas,lalu duduk di dekatku.
‘’mama bukannya gak suka,suara mama mulai merendah.mama kenal ardi,selama ini mama tau dia anak yang baik,tapi…,kamu tau kan orang tuanya seperti apa??
‘’yah aku tau maa.,,kita ini bukan orang kaya seperti mereka tapi apa karena hanya status sosial kami,lantas kami tak pantas untuk bersatu.’’aku mulai meneteskan air mata.
‘’dhina dengarin mama yah,kita memang gak punya harta,tapi kita punya harga diri,mama cuman gak mau besok-besok kalian putus lalu mama dengar yang tidak-tidak dari tetangga,kamu taukan mamanya ardi itu seperti apa’’mama menatapku.
Aku berdiri,berlari ke kamar’’mama Jahaatt..’’teriakku.
‘’mama cuman gak mau kamu di sakiti’’ucap mama tertunduk.

***
Masa sih aku harus memutuskan hubunganku dengan ardi,dia kan cinta pertamaku.baru aja kemarin jadian masa harus berakhir .hikss..,hikss..,
Sehari semalam aku mengurung diri di kamar,aku berusaha mengambil keputusan.menimbah-nimba baik buruknya.walau sangat berat tapi keputusan ini harus aku ambil,aku tau resikonya.
‘’besok habis sholat subuh aku tunggu kamu di Gang sebelah yah,aku ingin bicara’’send to ardi.
***
‘’Ada apa??kenapa kamu mengajakku ketemuan di tempat ini??jam segini lagi?tanyanya.
Aku diam,aku bingung harus mulai dari mana.
‘’hallo..,kamu kenapa??kok cuman diam.
‘’aku mau kita putus’’akhirnya kata-kata itu keluar.
Dia Nampak kaget,menatapku seolah ia tak yakin dengan ucapanku.
‘’aku ingin hubungan ini berakhir sampai di sini’’ucapku meyakinkannya.
Seketika wajahnya berubah sedih,ku lihat matanya berkaca-kaca’’baiklah kalau itu maumu’’lalu ia berlalu meningggalkanku.
Dadaku terasa sakit melihat ini,aku kecewa,kenapa ia tak menanyakan alasanku memutuskannya?
Kenapa dia lebih memilih pergi,tanpa berusaha mempertahankan hubungan ini,kenapa???jerit batinku.
Jika saja kau bisa meyakinkanku,mungkin aku akan bertahan.
***
Pagi ini aku menemukan sepucuk surat dari Ardi

For dhina
Setelah baca surat ini,mungkin kita tak kan bertemu lagi.
Sejak awal pertemuan kita,sejak itu aku mulai memiliki perasaan ini,aku memang tak berani mengungkapkannya,aku takut kau akan menolakku,untuk itu aku lebih memilih memendam perasaan ini,sampai akhirnya aku melihatmu bersama orang lain.hatiku sakit..,tapi aku tak bisa menyalahkanmu itu hak kamu memilih.maka ku putuskan untuk pergi dari hidupmu,dengan harapan aku bisa melupakanmu dan menghapus perasaan ini,tapi nyatanya perasaan ini semakin besar.ku coba mencari penggantimu,tapi tak ku temukan.
Untuk itu aku memilih kembali ke sini,ku beranika diri menembakmu,walau aku tak yakin kau akan menerimaku,walau hanya lewat surat tapi aku bahagia kau menerimaku dan mau diner bersamaku untuk pertama kalinya,malam itu adalah malam yang paling terindah bagiku,bisa duduk berdua bersama gadis yang sangat aku cintai,aku berharap ini bukan mimpi.
Namun impian itu hancur seketika,saat kau memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini.aku kecewa,sakit hati tapi aku tak bisa berbuat apa-apa,aku ingin meminta penjelasan,tapi aku yakin kau punya alasan tersendiri.
Aku tahu kau mencintaiku,mungkin kau hanya tak yakin dengan keseriusanku.
Tapi percayalah..,aku mencintaimu dengan Tulus dan aku benar-benar ingin menjadikanmu gadis pertama dan terakhir dalam hidupku.
Walau pada akhirnya aku memang tak pantas memilikimu.
Tapi aku bahagia telah mencintaimu.
semoga kelak kau pun akan bahagia dan menemukan orang yang benar-benar tepat buatmu.
Selama tinggal Dhina….,,
***
‘’tak bisa ku bendung air mata ini’’sakit banget.Aku tak menyangka ardi begitu mencintaiku,tapi aku malah menyakitinya.
Andai saja kamu tahu ardi,aku tak ingin hubungan kita berakhir,tapi aku tak mungkin menyakiti hati mamaku,dengan tetap mempertahankan hubungan kita.kau terluka,begitu juga denganku.

Rabu, 09 Januari 2013

Kenangan Biarlah Berlalu


Sedikit saja waktumu ku pinta..,

Sebelum jauh Langkahmu Meninggalkanku...,

Untuk Lupakan Aku Dan Kenangan Kita Waktu Itu 


Senyummu Mengembang..,

Menentramkanku..,

Aku Yakin Kau Paham Maksudku.,.,

 

Rasa Itu Kembali Melintas Dihatiku
Menguasai Pikiran,Hingga Kiranya Tak Mampu

Melepasmu..,


Ku tau Ku salah
Memaksamu di Sini Walau  Enggan Menyelimuti Hatimu..,


Pergii...,Pergii

Jangan Pernah Kau Kembali

Lepas Semua Risaumu
Tentang Aku yang Begitu Mencintaimu

Semua Telah kurelakan

Semoga Engkau Bahahagia..,,


Selasa, 08 Januari 2013

Curahanku Untukmu Ayah

Selamat pagi Ayah
bagaimana kabarmu hari ini??
Apa ayah bahagia bersama Tuhan??ku yakin ayah begitu bahagia.

Ayah..,
hari ini ku ingin bercerita sedikit tentang kehidupan kami setelah ayah pergi
ayah tau..,Anak Gadismu telah tumbuh Dewasa
bukan hanya dewasa jasmani,tapi rohani juga ayah
sejak ayah pergi,semuanya berubah
aku sudah tak manja lagi ayah,setiap ke butuhanku sedikit2 bisa aku penuhi
iya ayah..,aku sudah bekerja

Ayah tau,sejak ayah pergi
Ibu yang bekerja keras membiayai hidup kami
tak sedikit pun rasa lelah terlihat di wajahnya
semangatnya begitu besar untuk kami,agar kami bisa sukses


sejak ayah pergi,sejak itu juga aku belajar menjalani kehidupan ini
rasanya berat ayah..,terkadang aku lelah,ingin rasanya ku menyusul ayah.
tapi aku sadar,aku masih punya Ibu dan 2 adik
mereka masih membutuhkanku sebagai anak dan kakak
walau gajiku tak seberapa,tapi ibu selalu bersyukur.
setidaknya itu bisa membantu

Terkadang aku iri ayah
aku iri dengan kehidupan teman-teman seusiaku yang melanjutkan sekolah di perguruan tinggi
aku juga ingin membuat ayah dan ibu bangga padaku,jika kelak ku memakai toga
tapi aku sadar ayah,tuhan punya rencana yang begitu indah untukku
aku yakin di kehidupan yang akan datang akan lebih baik lagi..,

Ayah..,
aku selalu rindu padamu,aku selalu rindu belaian kasih sayangmu
aku selalu rindu canda tawamu,ingin rasanya ku memelukmu
walau hanya semenit..,
tapi itu mustahil ayah

ayah..,
andai saja waktu bisa berhenti,ku ingin waktu itu berhenti hari ini juga
aku ingin terus bersama ibu dan adik2ku,aku tak ingin kehilangan mereka
aku tak butuh kehidupan mewah ayah,aku hanya butuh keluarga yang utuh
ada ayah,ibu dan adik-adikku

ahhh..,
aku terlalu berlebihan ayah..,
pintaku terlalu banyak..,
Seharusnya aku bersyukur krn pernah memiliki itu semua
Tuhanlah yang berhak mengaturnya

Ayah..,
aku msih ingin menulis banyak hal lagi
aku masih ingin bercerita pada ayah
tapi aku tak sanggup lagi ayah membendung air mata ini
aku masih lemah ayah,aku belum terbentuk menjdi pribadi yag tegar
aku msih harus banyak belajar pada kehidupan ini..,,

Sudah dulu ayah
salam rindu dariku,,ibu dan adik2
mereka sayang padamu ayah,sangat sayang